;
Pulau dewata bali 1.1

Siapa yang tidak kenal dengan Pulau Dewata Bali atau yang sering dibilang Pulau Seribu Pura. pulau yang mempunyai banyak tradisi, kebanyakan wisatawan lokal atau luar negeri ingin melihat tradisi tradisi yang ada dibali contohnya Upacara ngaben, omed - omedan, Pengerupukan, dll.

1. Upacara Ngaben

Upacara ngaben 1.2

   merupakan upacara pembakaran mayat atau jenazah untuk mengirim mayat pada kehidupan mendatang. Pada upacara ini, mayat di letakkan dengan posisi terbaring atau tidur. Keluarga yang ditinggalkan akan beranggapan bahwa orang yang meniggal tersebut sedang tidur. Pada upacara ini, keluarga tidak boleh meneteskan air mata karena mereka menganggap bahwa mayat tidak ada untuk sementara waktu dan menjalani reinkarnasi atau akan menemukan peristirahatan terakhir di moksa (tempat dimana jiwa telah bebas dari reinkarnasi dan roda kematian )

2. Tradisi Omed-Omedan

omed-omedan 1.3

      merupakan tradisi cium masal usai hari raya nyepi di bali yang dilaksanakan satu tahun sekali, sebagai warisan turun menurun dari leluhur di bali. tradisi yang unik ini dilakukan di Banjar Kaja Desa adat Sesetan  Denpasar Bali.
Setiap tahun, setidaknya 50 orang muda yang telah dewasa berpatisipasi dalam tradisi turun menurun ini, tradisi ini dimulai dengan doa bersama di Banjar agar prosesi menjadi lancar dan keselamatan saat berciuman. pada saat berdoa Pemuda dan Pemudi di bagi menjadi dua kelompok laki-laki dan perempuan.

3. Upacara Pengerupukan

Pengerupukan 1.4

     Merupakan upacara yang dilakukan untuk mengusir Buta Kala atau kejahatan yang dilakukan sore hari (sandhikala) setelah dilakukan upacara mecaru di tingkat rumah sehari sebelum upacara nyepi.
    Melakukan dengan cara menyebar-nyebar nasi tawur, mengobor- obori rumah dan seluruh halaman dengan memukul benda - benda yang mengeluarkan suara gaduh.
       Khusus di Bali, Pengerupukan biasanya dimeriahkannya dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Butha Kala, yang diarak keliling lingkungan dan dibakar.